Senin, 10 Maret 2014

LANGKAH KAKI KECILKU

MASIH ADA CAHAYA

Pilar-pilar kecil tersenyum ramah dalam kebersamaan menyangga beban berat dengan penuh ikhlas, sepertinya mereka ingin menyapa kita, "Jadikanlah aku sebagai pelengkap ibadahmu, berdzikirlah setiap waktu dan aku akan menyejukkan hatimu dari panasnya sengatan mentari, ijinkan aku menyelimutimu dari dinginnya kebisuan malam yang siap membekukan setiap apa saja yang dijumpai."

Jujur,setiap kali kunyatakan kepasrahanku, Setiap kali itu juga serasa Engkau makin memahami setiap munajatku.Terimalah rasa syukur hamba ini ya Alloh....

Engkaulah yang ku yakini telah membimbing langsung setiap kali kaki kecilku ingin melangkah. Padahal aku taktahu arah yang pasti. Terkadang sampai jiwaku tergetarkan tanpa ku mengerti. Yang ku imani bahwa kuasa-Mu memang di atas segala yang ada.

Kebahagiaan demi kebahagiaan seolah datang silih berganti, mewarnai perjalanan hidupku. Ku ingin selalu menjaga suasana hati agar tak pernah merasa lebih dari sekedar hamba. Dalam jiwaku yang terpikirkan hanya mengharap ridho-Mu. Maha benar Engkau dengan segala firman-Mu.


Rabu, 26 Februari 2014

KERIKIL MENYELINAP

PERJALANAN HAMBA

Melangkah adalah hijrah dari suatu titik ke titik lain yang takkan pernah ku sadari tapi terus terjadi. Dimensi kepastian waktu-Mu terus mencatat semua perjalananku tanpa sedikitpun terlewatkan. Terkadang kakiku lurus melangkah namun adakalanya harus membelok. Bahkan kerikil tajam pun sempat singgah di sela-sela jari kaki ini dan turut menyapa kedewasaanku untuk terus menjalani suratan takdirku. 

Semua warna hidupku telah terukir dan terpahatkan sebagai jati diriku. sebagai seorang hamba yang benar-benar hamba memang tidak ada pilihan lain kecuali sebagai peran dari sang maestro sejati. 


Selasa, 25 Februari 2014

MERAIH TANGAN-MU

KEHADIRANMU
Karena kesibukan dan seribu aktivitas selalu kujadikan alasan untuk menempatkan-Nya di ruang utama jiwaku. Aku sadari sepenuhnya akan perasaan ini, akan tetapi masih saja terasa berat untuk merubah kebiasaan ini. Lama ku merenungi tentang pengabdian seorang hamba ( sepertiku ) terasa masih belum bisa mengisi hari-hariku dengan efektif dan seimbang untuk beraktivitas sekaligus mendekati-Nya.


PANGGILAN-MU
Sajadah panjang yang selalu terhampar sesungguhnya selalu memanggilku di setiap waktu untuk menemukan kebahagiaan absolut akan makna hidupku, tetapi sekali lagi karena alasan yang sudah tidak akurat lagi, aku selalu menunda-nunda panggilan-Mu.

JAWABAN TERBAIK
Niatku untuk melakukan apapun hanyalah mengharap ridho-Nya, namun niat yang ku tancapkan di dasar kesadaranku tidak selamanya dapat terwujud. Ku sangat menyadari beratnya untuk meng-EJOWANTAH-kan niat baik hamba-Nya. Hal ini pun sangat ku sadari bahwa memang benar Alloh sendirilah yang sesungguhnya lebih berhak untuk membolak-balikkan niat dalam hatiku ini. Karena itulah, jawaban terbaik bagiku hanyalah ikhtiar, sujud dan syukur dengan penuh ikhlas. Karena itulah IKHLAS yang selalu kujadikan selimut jiwaku setiap waktu. 


Sabtu, 13 Juli 2013

ADA DEBU DI HATIKU

LANGKAH BERSAMA
Ternyata ringan sama-sama di jinjing dan berat sama-sama di pikul itu untaian kata yang penuh falsafah hidup. Membasuh hati dan pikiran yang kusut ternyata mampu mengikis secara perlahan debu-debu yang telah menempel dalam jiwaku selama ini. Bahkan ada debu yang kian menebal hingga memburamkan penglihatanku yang sangat terbatas. Bagaimana mungkin ku dapat menerima pancaran nur illahi yang begitu indah, jika penglihatan mata hatiku selalu terburamkan dan terkaburkan oleh debu-debu yang terus datang dan ingin bersamaku. 

AKU HAMBA-MU
DULU aku tidak tahu siapa aku, 
SEKARANG aku semakin tidak paham siapa diriku,
ESUK LUSA aku diam dalam kebekuan pikir dan rasa yang tak pernah mengerti,

NAMUN aku yakin skenario-Mu teramat indah dan pasti untuk kujalani. Kuatkanlah kami sekeluarga untuk mengharap ridho-Mu semata ya....Alloh.

Jumat, 12 Juli 2013

EMPAT LELAKI KECIL

SAATNYA KALIAN SUNAT, BAGAIMANA SIAP ?
  1. SUNATAN HUDAN PULUNG HANASTI
  2. SUNATAN HILHAM PRADIPTA HANASTI
  3. SUNATAN ATA LUHUNG HANASTI
  4. SUNATAN PANDU ATMAJA HANASTI