Rabu, 13 Maret 2013

KEMUNING CINTA KITA


KENANGAN BERSAMAMU
Dua tahun sudah perjalanan CINTA HALAL dan penuh warna telah kita maknai dan akan terus kita jalani sampai kita dipersatukan kembali di surga-Nya kelak, amien. Terkadang ada rasa sedih, cemas, duka dan bahagia menyertai perjalanan cinta dengan papa. Yang membuat mama semakin nyaman mendampingi papa sebagai istri karena hanya mengharap ridho-Nya semata.

Mama menyadari, perjalanan cinta dengan papa yang ikhlas tidaklah semudah mengatakannya. Pengorbanan waktu, pikiran, sikap kedewasaan, memaknai hidup secara seimbang sangat dibutuhkan. Namun semua ikhlas kujalani kok pa....,semua itu tidak mengurangi rasa cinta mama kepada papa dan anak-anak. Boleh dibilang, mama cukup bahagia bersamamu pa....!

ISTRI PENYEMPURNA
Mama adalah istri terbaiku, meski ada kekurangan, papa akan selalu hadir untuk melengkapinya sehingga kita menjadi pasangan yang saling melengkapi, seiring menjalani skenario Illahi yang maha berkuasa atas kehidupan kita. Jangan ragukan cinta papa ya ma.... 

Kesetiaan papa dan besarnya rasa tanggung jawab papa kepada mama dan anak-anak sangat nampak bahwa papa memang seorang suami yang benar-benar suami. Pengakuan mama ini benar kok pa, bukan kata-kata indah yang membahagiakan hati semata, tapi benar adanya.

KESETIAAN TERJAGA KARENA-NYA
Mama, akupun merasakan hal yang sama. Kebahagiaan papa rasanya tidak pernah berhenti mengalir dalam jiwaku. Bersama aliran darah, rasa bahagia ini kubawa menuju setiap ujung rasa bahagia, sangat sulit ku katakan kebahagiaan ini, kecuali rasa syukur yang teramat dalam, aku bisa menjadi suamimu. Selamat ulang tahun pernikahan kita yang ke-2 dan papa ingin menjadi suami seperti yang mama harapkan dan Alloh gariskan untuk kita. Doa papa semoga kita diberi rasa syukur yang tiada henti-hentinya, dan selalu ingatlah  kebahagiaan ini tak bisa ditukar dengan apapun, dan dipaksakan dengan cara apaun. Terimakasih ma...., papa sangat mencintaimu.


Selasa, 26 Februari 2013

MERAIH SADAR HAKIKI


Perjalanan menuju kedewasaan ternyata memerlukan banyak likunya, Menyatukan dua pribadi yang syarat akan perbedaan dari segala sudut pandang tidaklah semudah membalik telapak tangan. Setapak demi setapak melangkah maju menuju satu tekad bulat untuk saling melengkapi dan sekaligus menyadari bahwa kita memang saling membutuhkan dalam membangun keluarga sakinah. 

Dengan segenap niat ikhlas yang kita upayakan terus selama ini ternyata kian terasa maknanya. Tanpa kenal putus asa kita mencari dan terus mencari apa yang terbaik untuk kita, ternyata disebalik ikhtiar hati dan rasa tersimpan sejuta makna ibadah yang tak pernah kita pahami sebelumnya. 


Terimakasih istriku, kamu semakin pinter mendampingiku dalam suka dan duka menggapai ridho-Nya. Begitupun rasanya ikhlas, saya mengajarimu memaknai hidup yang penuh warna ini. Tak ada kata yang bisa ku ungkapkan untukmu, kecuali rasa syukurku karena Alloh telah memilihkan Mama sebagai pelengkap ibadahku. Terimalah diri papa dengan segenap kekurangan yang ada, dan saya berharap kamulah wanita yang tepat mengisi kekuranganku hingga kita merasa utuh menjadi hamba yang menyadari memang Alloh-lah yang berkuasa penuh atas segalanya.

Sabtu, 23 Februari 2013

BERBAKTILAH NAK


BIRRUL WALIDAIN DI HATIKU-1
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan tentang bakti ini dalam firmanNya yang artinya “jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kemu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia“. (QS Al-Isra [17] : 23)

BIRRUL WALIDAIN DI HATIKU-2
Bentuk perbuatan, hendaknya seseorang bersikap santun dihadapan kedua orang tuanya serta bersikap sopan dan penuh kepatuhan karena status mereka sebagai orang tuanya, demikian berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya : “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku, kasihinilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil“. (QS Al-Isra [17] : 24)

BIRRUL WALIDAIN DI HATIKU-3
Kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya (kedua orang tuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua orang tuanya.

BIRRUL WALIDAIN DI HATIKU-4
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: “mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya ” (QS Al Baqarah [2]:215)

BIRRUL WALIDAIN DI HATIKU-5
Anak laki-laki, berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana riwayat berikut:
Dari Abu Hurairah seorang laki-laki seraya berkata; ‘Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak dengan kebaktianku? Beliau menjawab: ‘Ibumu, lalu Ibumu, lalu Ibumu, kemudian bapakmu, kemudian orang yang terdekat denganmu dan seterusnya.‘ (HR Muslim 4622)



Sabtu, 19 Januari 2013

UNDERPASS MAKAMHAJI


KENANGAN PROYEK PEMBANGUNAN UNDERPASS, JANUARI 2013, 

Dulu aku selalu mengenalimu, lintasan jalur selatan yang padat. Pemakai jalan dengan berbagai sarana transportasi menghiasi setiap jam-jam sibuk. Semua tak bisa berbuat kecuali sabar menanti dan menunggu putaran roda-roda menerobos celah-celah yang mungkin di lewati. Peluh bercampur rasa gelisah dan sedikit tidak sabar selalu menghiasi setiap hati orang yang lewat. Entah sampai kapan kemacetan ini segera mendapatkan jalan keluar. Aku terpaku seperti anyaman tiang-tiang besi penyangga konstruksi underpass yang hanya diam dan pasrah adanya.





Minggu, 06 Januari 2013

ANUGERAH TERINDAH

AMANAH TERMAHAL

Anak-anakku, kalian terlahir dalam perbedaan warna, namun yakinlah semua indah dan itulah anugerah terbaik yang telah digariskan. Indah bagi setiap hati dan jiwa tidak bisa disamakan, masing-masing punya warna tersendiri. Meski demikian, kalian tetaplah anak-anak bapak yang baik dan sangat ku rindukan kehadiran kalian selamanya. 

Kalianlah yang akan MIKUL DHUWUR dan MENDHEM JERO jati diri bapak dan kelanggengan keluarga bapak. Jangan pernah mau tercerai berai diantara kalian karena sesuatu hal yang bersifat duniawi. Ingatlah pesan bapak kepada kalian ini ya....! 

Bapak sangat sayang kalian dan tidak ada rasa sedikitpun ingin membedakan diantara kalian. Semua adalah kehendak Illahi, kalian ditakdirkan sebagai anak-anak bapak dengan warna tersendiri, dan Bapak ditakdirkan sebagai orang tua kalian yang sah. Marilah peran yang telah digariskan ini sama-sama kita jalani dengan rasa syukur dan ikhlas. Kenapa harus ada rasa benci, marah dan tidak saling menyukai diantara kalian dan bapak, padahal kita sama-sama merindukan surga sebagai tempat indah-terakhir untuk kita selama-lamanya.Semoga niat bapak dapat kalian mengerti, dan kita dipertemukan lagi di surga untuk bersama selama-lamanya, amien.